Di tahun 2025, kebiasaan belanja masyarakat Indonesia mengalami perubahan yang cukup signifikan, terutama dalam kategori peralatan rumah tangga. Jika dulu banyak orang lebih memilih membeli barang baru demi gengsi atau jaminan kualitas, kini tren justru bergerak ke arah yang lebih hemat, ramah lingkungan, dan lebih cerdas: membeli barang bekas berkualitas atau second-hand. Fenomena ini bukan sekadar tren musiman, tetapi bagian dari pergerakan global menuju konsumsi berkelanjutan serta meningkatnya kesadaran mengenai ekonomi sirkular.
Contents
Mengapa Peralatan Rumah Tangga Bekas Semakin Laku di 2025?
Ada beberapa faktor kuat yang mendorong naiknya minat masyarakat terhadap peralatan rumah tangga bekas:
1. Harga Lebih Murah Tanpa Mengorbankan Kualitas
Kenaikan harga barang baru dan biaya hidup mendorong masyarakat mencari alternatif lebih ekonomis. Peralatan rumah tangga bekas seperti kulkas, mesin cuci, blender, hingga oven, umumnya bisa didapatkan dengan harga 30%–70% lebih murah dibanding versi barunya. Banyak dari barang ini masih dalam kondisi sangat baik karena dirawat dengan baik atau berasal dari penyewa apartemen jangka pendek yang sering pindah.
2. Akses Marketplace yang Lebih Aman dan Transparan
Di 2025, semakin banyak platform recommerce yang menyediakan kategori khusus untuk peralatan rumah tangga bekas. Pembeli kini bisa melihat grading produk, riwayat pemakaian, hingga garansi toko. Fitur video inspection dan sistem escrow membuat transaksi semakin nyaman.
3. Meningkatnya Kesadaran Lingkungan
Generasi milenial dan Gen Z yang kini menjadi pengambil keputusan rumah tangga semakin peduli isu lingkungan. Membeli barang bekas berarti memperpanjang usia pakai produk, mengurangi limbah elektronik, dan mendukung produksi yang lebih bertanggung jawab.
Kategori Peralatan Rumah Tangga Bekas yang Paling Dicari
Beberapa kategori barang bekas yang naik daun di 2025 antara lain:
1. Kulkas dan Mesin Cuci
Kulkas adalah barang yang sangat dicari karena sifatnya esensial. Banyak penjual memeriksa ulang kondisi pendingin, membersihkan unit, dan mengganti komponen kecil bila diperlukan. Bahkan, sebagian pembeli memilih unit bekas lalu langsung membawanya ke layanan service kulkas terdekat untuk memastikan performanya tetap optimal dan awet dipakai dalam jangka panjang.
2. Blender, Air Fryer, dan Alat Masak Elektrik
Perangkat kecil untuk memasak juga cepat berpindah tangan. Kondisinya biasanya masih sangat bagus, terutama karena tren masak di rumah meningkat sejak pandemi.
3. Peralatan Kebersihan Rumah
Robot vacuum, steam mop, dan vacuum cleaner bekas menjadi pilihan populer bagi penghuni apartemen dan keluarga muda.
Apakah Membeli Barang Bekas Selalu Aman? Begini Cara Memastikannya
Meskipun lebih ramah kantong, pembelian barang bekas membutuhkan perhatian ekstra. Berikut tips untuk memastikan Anda mendapatkan barang terbaik:
1. Minta Test Langsung atau Video
Untuk alat elektronik, pastikan fungsi inti bekerja dengan baik, suhu pendinginan, putaran mesin, konsumsi daya, dan mode otomatis.
2. Cek Riwayat Perawatan
Barang yang dirawat pemilik sebelumnya umumnya lebih awet dan jarang bermasalah.
3. Prioritaskan Toko Bereputasi Baik
Marketplace kini menawarkan grading produk, ulasan, dan garansi toko untuk meningkatkan rasa aman pembeli.
4. Hitung Biaya Pengiriman
Saat membeli kulkas atau mesin cuci bekas, pastikan Anda memperhitungkan biaya pengiriman agar total pengeluaran tetap hemat. Di sisi lain, banyak penjual yang melakukan perbaikan terlebih dahulu sebelum barang dijual kembali. Beberapa komponen pengganti, seperti sensor pendingin, modul kontrol, atau rel laci kulkas sering kali tidak tersedia di pasar lokal dan lebih mudah ditemukan di negara yang menjadi pusat produksi elektronik rumah tangga. Karena sebagian besar sparepart tersebut diproduksi di Tiongkok, penjual biasanya perlu memahami cara transfer uang dari Indonesia ke China untuk mempermudah proses pembelian komponen impor tersebut.
Manfaat Membeli Peralatan Rumah Tangga Bekas: Lebih dari Sekadar Hemat
Bagi banyak keluarga, keputusan membeli barang bekas kini dianggap sebagai langkah strategis. Alasannya:
1. Mendukung Ekonomi Sirkular
Setiap barang yang digunakan kembali berarti mengurangi produksi barang baru, yang membantu menekan emisi karbon dan penggunaan energi.
2. Mengurangi Limbah Elektronik
Indonesia menghasilkan jutaan ton e-waste setiap tahunnya. Dengan memperpanjang usia pakai elektronik, masyarakat ikut menekan jumlah limbah berbahaya.
3. Lebih Cerdas Secara Finansial
Generasi muda kini lebih mengutamakan fungsi daripada gengsi. Barang bekas berkualitas dapat memberikan manfaat yang sama dengan barang baru, tetapi dengan biaya jauh lebih rendah.
Tren yang Semakin Kuat ke Depan
Belanja peralatan rumah tangga bekas di 2025 bukan lagi solusi alternatif, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern yang hemat, cerdas, dan peduli lingkungan. Dukungan marketplace yang lebih transparan, akses informasi yang lebih luas, dan meningkatnya kesadaran ekologis memperkuat tren ini. Ke depan, recommerce diprediksi terus tumbuh karena masyarakat semakin teredukasi mengenai nilai keberlanjutan.