Covid-19 Picu Akselerasi Transformasi Digital Pendidikan Indonesia

Penandanya adalah penggunaan teknologi digital di seluruh aspek kehidupan. Sektor industri, perdagangan, pariwisata dan tidak ketinggalan sektor pendidikan harus mampu beradaptasi.

Mengadopsi teknologi untuk kemajuan sektor tersebut atau setidaknya bisa bertahan di tengah efek desruptif industri 4.0 yang dahsyat dan masif.

Di Indonesia, sejatinya digitalisasi atau transformasi kemajuan teknologi digital di sektor pendidikan sudah lama diwacanakan.

Dalam berbagai seminar sudah banyak membahas tentang regulasi pendukung dan upaya konkrit penerapan transformasi digital di lingkungan pendidikan tinggi dan pendidikan dasar menengah.

Baca Juga: Jurusan Teknologi Pendidikan Kerja Apa?

Belajar Dari Pak Pringadi, Pensiunan PNS yang Semangat dengan Perubahan

Sekalipun sudah purna jabatan, beliau tidak ingin meninggalkan sekolah. Bahkan saya mendengar sendiri beliau berkata,”Saya nggak perlu digaji. Di sini saya ingin mengabdi.”

Hati siapa yang tidak terenyuh mendengar ucapan tulus seperti itu. Padahal jika dilihat, usia beliau sudah tak lagi muda. Mungkin, sekitar 70 tahun, tetapi semangat mengajarnya tak pernah luntur.

Bahkan sebelum saya pindah ke Cirebon tahun ini, kedua anak saya juga merasakan bagaimana gigihnya beliau mengajar di kelas.

Sempat waktu itu saya mengobrol dengan beliau di sela-sela menunggu anak pulang. Kami berbicara tentang kemajuan teknologi digital, yang sejujurnya, beliau merasa tertinggal dengan para guru yang lebih muda.

“Bapak pegang laptop saja baru kemarin karena dipaksa sama Bu Nur buat belajar ngezoom, nduk. Kalau nggak ada aturan sekolah online, paling bapak juga nggak bisa belajar jarak jauh.”

Melihat wajah beliau tanpa menunjukkan ekspresi senyum, saya menangkap sebuah kesungguhan buat belajar demi perubahan. Sejak itu juga saya tersadar, jika saja guru saya dengan usia tak lagi muda, tetapi masih semangat mengikuti kemajuan digital.

Lantas bagaimanadengan saya yang masih memiliki banyak kesempatan untuk berkembang?

Toh, modalnya cuma internet murah dan Hp ataupun laptop, kan?

Namun, menyambut kemajuan teknologi digital dengan kita bermukim di sebuah pedesaaan, pastinya tak lepas dari kendala. Kira-kira apa saja itu?

Baca juga: 3 Jurusan Kuliah Menjanjikan Era Digital, Kamu Mau yang Mana?

Kendala Penerapan Transformasi Digital di Bidang Pendidikan

Implementasi transformasi digital yang merata di bidang pendidikan Indonesia masih belum sesuai harapan.

Baru sedikit institusi pendidikan yang benar-benar siap dan mampu menjalankannya dengan baik.

Seperti yang saya ceritakan di atas, di mana ada beberapa faktor penghambat. Adapun beberapa penyebab lambatnya kemajuan pemerataan transformasi digital pendidikan di Indonesia. Antara lain:

  • Wilayah Indonesia yang sangat luas dan banyak daerah terpencil
  • Kondisi infrastruktur pendukung yang belum merata. Contohnya koneksi internet yang buruk, tidak tersedia server, laptop, komputer, ponsel dan peralatan pendukung lainnya.
  • Keterbatasan dana atau anggaran
  • Keterbatasan sumber daya manusia
  • Mental block. Seperti pikiran merasa gaptek (gagap teknologi), merasa sudah tua / senior, merasa sulit padahal belum mencoba

Baca juga: Pandemi Picu Percepatan Transformasi Digital

Pandemi Picu Percepatan Transformasi Digital Pendidikan Indonesia

Merebaknya virus Corona di akhir tahun 2019 telah mengubah sendi kehidupan. Di sektor pendidikan, terjadi penutupan sekolah-sekolah untuk menghentikan laju pandemi.

Sebagai gantinya, pemerintah telah memberlakukan sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) atau secara online.

Sistem pembelajaran daring yang berbasis teknologi ini memicu percepatan kemajuan teknologi pendidikan di negeri ini yang semula berjalan pelan.

Meskipun banyak kekurangan, hal ini membawa dampak positif karena penggunaan teknologi dalam pendidikan selaras dengan era Revolusi Industri 4.0 yang terus bergerak maju.

Guru dan murid dituntut beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Proses belajar dan mengajar tidak bisa lagi menerapkan pola lama, dimana guru menyampaikan materi sedangkan murid mendengarkan dan mencatat.

Semua dipaksa melek teknologi. Seorang guru harus harus lebih proaktif dan kreatif dalam membuat materi, menyampaikan materi, dan penggunaan teknologi.

Demikian pula dengan murid harus bisa menyesuaikan pola belajarnya.

Siap Menjadi Orang Tua Pembelajar di Masa Pandemi

Adaptasi pembelajaran secara daring tak hanya menjadi tantangan yang dirasakan oleh guru dan murid yang terlibat langsung dalam kegiatan belajar mengajar.

Orang tua murid turut merasakannya, apalagi bagi yang mempunyai anak berusia sekolah dasar ke bawah.

Mereka masih belum mandiri, dan butuh bimbingan serta pengawasan lebih. Orang tua mau tidak mau harus turun tangan, untuk memastikan buah hatinya mampu mengikuti ritme belajar secara online.

Akhirnya tidak hanya anaknya yang sekolah, orang tuanya juga jadi ikut sekolah.Sebelum pandemi, sebagian besar orang tua menyerahkan sepenuhnya proses pengajaran kepada guru di sekolah atau guru les.

Ketika badai Covid 19 melanda dan anak-anak terpaksa sekolah di rumah, orang tua ‘’terpaksa’’ menjadi guru dadakan.

Permasalahan bertambah karena kurikulum belajar anak sudah jauh berbeda dibandingkan saat orang tuanya sekolah dulu.

Meskipun uring-uringan, orang tua harus mempelajari lagi materi- materi pelajaran sekolah anaknya. Baik yang bersumber dari buku teks maupun yang harus dicari melalui internet.

Di era digital, orang tua dituntut cakap memanfaatkan teknologi. Pengalaman mendampingi anak-anak belajar di rumah ketika Pandemi, memaksa saya berteman akrab dengan kemajuan teknologi digital.

Si sulung yang saat itu kelas 3 SD harus mengikuti pelajaran secara daring melalui aplikasi Zoom atau Google Meet.

Mau tidak mau saya harus belajar cara mengunduh aplikasi tersebut dan mencari tahu bagaimana mengoperasikannya. Belum lagi tugas-tugas yang harus dikirim dalam format PDF, video dan sebagainya.

Sementara si bungsu berusia 3 tahun, belum saya masukkan ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk menjaga kesehatannya di masa Pandemi.

Saya memutuskan menjadi guru baginya, mengenal huruf, angka dan ragam kosakata. Saya menggunakan media seperti buku, poster, flashcard dan mainan edukatif agar si kecil semangat dan tidak merasa terbebani.

Belajar berhitung, membaca, menggambar sambil bermain. Bermodal internet murah, Saya juga menggunakan video-video edukasi dari internet untuk menarik perhatian balita.

Mengajar anak-anak saat Pandemi memang menjadi tantangan di tengah banyaknya kesibukan sebagai orang tua. Tetapi kehadiran teknologi digital mampu menyelamatkan dan membantu mengatasi kesulitan.

Melalui teknologi internet, orang tua bisa belajar apa saja yang tidak ia ketahui. Cara mengunduh aplikasi penunjang belajar dan mengaplikasikannya.

Mencari jawaban dari soal-soal, tinggal browsing saja melalui internet dengan mengetik kata kuncinya.

Pokoknya, modal semangat dan kuota internet murah aja!

Memilih Provider Terbaik untuk Kegiatan Belajar

Saat ini pembelajaranpembelajaraan secara luring atau tatap muka sudah mulai diselenggarakan seiring melandainya angka Covid 19.

Pandemi pun sudah berubah statusnya menjadi Epidemi. Anak-anak sudah kembali belajar di sekolah.

Namun demikian, kegiatan belajar daring tetap bisa dilanjutkan untuk menambah pengetahuan anak.

Apalagi saat ini banyak provider internet murah yang menawarkan paket pendidikan. Salah satu yang terbaik dan terpercaya adalah IndiHome Study.

Layanan digital ini dirancang khusus oleh IndiHome dari Telkom group agar kegiatan belajar anak semakin menyenangkan dengan sistem yang mudah dimengerti.

Dengan biaya langganan internet murah yang sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp10.000, sudah mendapatkan akses buku mata pelajaran dan buku umum digital.

Juga mendapatkan gratis soal- soal try out atau materi ujian dan kumpulan video pembahasan materi pelajaran yang bisa diakses melalui ponsel atau laptop.

Tersedia layanan dari mulai Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, IndiHome Study memastikan anak-anak memperoleh sumber pengetahuan yang memadai dengan mengandalkan kemajuan teknologi digital.

Selain itu, anak-anak juga berkesempatan mengikuti Tes Minat Bakat untuk mengetahui potensi dan bakat yang mereka miliki sejak dini.

IndiHome juga menawarkan Paket Khusus Guru. Paket ini memudahkan para guru dalam mengajar.

Paket ini dirancang khusus dengan keunggulan koneksi internet yang stabil, aman dan jangkauan yang luas hingga seluruh wilayah di Indonesia.

Semua guru bisa mendapatkan fasilitas internet yang cepat mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA atau sederajat.

Untuk hiburan, tersedia juga channel-channel TV Interaktif yang seru. Dan akses bebas telepon rumah dengan durasi hingga 100 menit.

Berguna sekali untuk menghubungi para kerabat dekat. Manfaatnya lainnya, bagi pengguna IndiHome Paket Khusus Guru akan mendapatkan bebas akses aplikasi IndiHome Study yang berisi materi mata pelajaran, latihan soal, dan berbagai konten menarik lainnya yang dapat diunduh melalui Google Play atau App Store.

Dengan adanya paket-paket andalan ini diharapkan pendidikan di Indonesia bisa semakin maju.

IndiHome sebagai provider internet terbaik berkomitmen untuk senantiasa memberikan manfaat dan kebaikan kepada masyarakat Indonesia melalui berbagai paket internet murah yang ditawarkan.

Tinggalkan komentar

Do not miss this experience!

Ask us any questions